Jumat, 31 Januari 2014

MAKALAH PPD

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
   
“ PERKEMBANGAN INTELEK, SOSIAL, DAN BAHASA”



Dosen :
Bpk. Saring Arianto

Di Susun Oleh :
Kelompok 4 

Ooh Rukiah     NPM 201112500381
Liawati        NPM 201112500372
Fenny        NPM 201112500383
Ramdini         NPM 201112500
                                      


UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI
Alamat : Jl. Nangka No.58C Tanjung Barat (TB Simatupang), Jagakarsa,Jakarta Selatan 12530
Telp./Fax.: (021) 7818718 - 78835283 Email : university@unindra.ac.id






KATA PENGANTAR

    Puji syukur atas rahmat yang Allah SWT anugerahkan kepada kita sehingga kesehatan badan, iman dan pikiran tercurahkan kepada kita melalui rahmat-Nya.banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul ”PERKEMBANGAN INTELEK ,SOSIAL DAN BAHASA”.
    Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Kedua orang tua dan segenap keluarga besar penulis  yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.
    Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.
    Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.








BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Intelegensi atau sering banyak digunakan dengan sebutan kecerdasan,  suatu karunia yg dimiliki individu untuk mengembangkan dan mempertahankan hidupnya, serta bagaimana ia menghambakan diri kepada penciptanya.

Ketika baru lahir seorang anak sudah mempunyai kecerdasan, hanya sangat bergantung pada orang lain untuk memenuhi perkembangan hidupnya. Dalam perkembangannya anak makin meningkatkan berbagai kemampuan untuk mengurangi ketergantungan dirinya pada orang lain dan berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhannya sendiri.

Manusia tumbuh dan berkembang pada masa bayi ke masa dewasa melalui beberapa langkah dan jenjang . Kehidupan anak dalam menelusuri perkembangan itu pada dasarnya merupakan kemampuan mereka berinteraksi dengan lingkungan .Interaksi sosial merupakan proses sosialisasi yang mendudukan anak sebagai insan yang secara aktif melakukan proses sosialisasi. Bersosialisasi pada dasarnya merupakan proses penyesuaian diri terhadap lingkungan kehidupan sosial .










BAB II
PEMBAHASAN
PERKEMBANGAN INTELEK,SOSIAL,DAN BAHASA

A. Perkembangan Intelek
1. Pengertian intelek
    Menurut  English & English dalam bukunya “ A Comprehensive  Dictionary Of     Psyhologist Terms ”,intellect berarti :
a.Kekuatan mental di mana manusia dapat berpikir
b.Suatu rumpun nama nama untuk proses kognitif untuk aktivitas berpikir
c.Kecakapan,terutama kecakapan berpikir.
    Menurut Wechler, Perkambangan Intelek adalah    :
“ Keseluruhan kemampuan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah serta kemampuan mengolah dan menguasai liungkungan secara efektif. ”

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan intelek
    Menurut Andi Mappiare,hal-hal yang mempengaruhi perkembangan intelek,diantaranya :
a. Bertambahnya informasi yang di simpan ( dalam otak ) seseorang ia mampu berfikir reflektif.
b. Banyaknya pengalaman dan latihan-latihan memecahkan masalah sehingga seseorang dapat proporsional.
c. Adanya keterbatasan berpikir yang menunjang keberanian anak memecahkan masalah dan mennarik kesimpulan yang baru dan benar.
    Kondisi diatas sesuai dengan dasar teori Piaget,yaitu     :
Fungsi intelegensi termasuk proses adaptasi yang bersifat biologis bertambahnya usia menyebabkan berkembangnya struktur intelegensi baru.


B. Bakat Khusus
1. Pengertian Bakat Khusus
     Menurut Bingham,menitik beratkan pada kondisi atau seperangkat sifat-sifat yang      dianggap sebagai tanda kemampuan individu untuk menerima,latihan,atau seperangkat respon seperti kemampuan berbahasa,music,dsb.
Menurut William B. Michael adalah bakat itu terutama dari segi kemampuan individu melakukan sesuatu tugas yang sedikit sekali atau tidak tergantung pada latihan sebelumnya.

2. Bakat mencakup 3 dimensi psikologis antara lain :
a. Dimensi Perseptual,meliputi kemampuan dalam mengadakan persepsi.
b. Dimensi Psikomotor,meliputi kekuatan,implus,kecepatan gerak,ketelitian,koordinasi,dan keluwesan ( flexibility ).
c. Dimensi Intelektual,meliputi ingatan.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat khusus,adalah    :
a. Anak itu sendiri
b. Lingkungan Anak









C. Perkembangan Sosial
1. Pengertian Perkembangan social
    Menurut Singgih D Gunarsah, perkembangan sosial merupakan kegiatan manusia sejak lahir, dewasa, sampai akhir hidupnya akan terus melakukan penyesuaian diri dengan lingkungan sosialnya yang menyangkut norma-norma dan sosial budaya masyarakatnya.
Sedangkan menurut Abu Ahmadi, berpendapat bahwa perkembangan sosial telah dimulai sejak manusia itu lahir. Sebagai contoh, anak menangis saat dilahirkan, atau anak tersenyum saat disapa. Hal ini membuktikan adanya interaksi sosial antara anak dan lingkungannya.

2.Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan remaja
    Perkembangan sosial manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: keluarga, kematangan anak, status ekonomi keluarga, tingkat pendidikan, dan kemampuan mental terutama emosi dan inteligensi.
a. Keluarga
    Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosialnya. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan lingkungan yang kondusif bagi sosialisasi anak. Di dalam keluarga berlaku norma-norma kehidupan keluarga, dan dengan demikian pada dasarnya keluarga merekayasa perilaku kehidupan anak.
Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian anak lebih banyak ditentukan oleh keluarga. Pola pergaulan dan bagaimana norma dalam menempatkan diri terhadap lingkungan yang lebih luas ditetapkan dan diarahkan oleh keluarga.
b. Kematangan Anak
    Bersosialisasi memerlukan kematangan fisik dan psikis. Untuk mampu mempertimbangan dalam proses sosial, memberi dan menerima pendapat orang lain, memerlukan kematangan intelektual dan emosional. Di samping itu, kemampuan berbahasa ikut pula menentukan.
Dengan demikian, untuk mampu bersosialisasi dengan baik diperlukan kematangan fisik sehingga setiap orang fisiknya telah mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

c. Status Sosial Ekonomi
    Kehidupan sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi atau status kehidupan sosial keluarga dalam lingkungan masyarakat. Masyarakat akan memandang anak, bukan sebagai anak yang independen, akan tetapi akan dipandang dalam konteksnya yang utuh dalam keluarga anak itu. “ia anak siapa”. Secara tidak langsung dalam pergaulan sosial anak, masyarakat dan kelompoknya dan memperhitungkan norma yang berlaku di dalam keluarganya.
    Dari pihak anak itu sendiri, perilakunya akan banyak memperhatikan kondisi normatif yang telah ditanamkan oleh keluarganya. Sehubungan dengan itu, dalam kehidupan sosial anak akan senantiasa “menjaga” status sosial dan ekonomi keluarganya. Dalam hal tertentu, maksud “menjaga status sosial keluarganya” itu mengakibatkan menempatkan dirinya dalam pergaulan sosial yang tidak tepat. Hal ini dapat berakibat lebih jauh, yaitu anak menjadi “terisolasi” dari kelompoknya. Akibat lain mereka akan membentuk kelompok elit dengan normanya sendiri.
d. Pendidikan
    Pendidikan merupakan proses sosialisasi anak yang terarah. Hakikat pendidikan sebagai proses pengoperasian ilmu yang normatif, akan memberikan warna kehidupan sosial anak di dalam masyarakat dan kehidupan mereka di masa yang akan datang. Pendidikan dalam arti luas harus diartikan bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh kehidupan keluarga, masyarakat, dan kelembagaan. Penanaman norma perilaku yang benar secara sengaja diberikan kepada peserta didik yang belajar di kelembagaan pendidikan (sekolah).
Kepada peserta didik bukan saja dikenalkan kepada norma-norma lingkungan dekat, tetapi dikenalkan kepada norma kehidupan bangsa(nasional) dan norma kehidupan antarbangsa. Etik pergaulan membentuk perilaku kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
e. Kapasitas Mental, Emosi, dan Intelegensi
    Kemampuan berpikir banyak mempengaruhi banyak hal, seperti kemampuan belajar, memecahkan masalah, dan berbahasa. Anak yang berkemampuan intelektual tinggi akan berkemampuan berbahasa secara baik. Oleh karena itu kemampuan intelektual tinggi, kemampuan berbahasa baik, dan pengendalian emosional secara seimbang sangat menentukan keberhasilan dalam perkembangan sosial anak.
    Sikap saling pengertian dan kemampuan memahami orang lain merupakan modal utama dalam kehidupan sosial dan hal ini akan dengan mudah dicapai oleh remaja yang berkemampuan intelektual tinggi.
D. Perkembangan Bahasa
1.Pengertian Perkembangan Bahasa
    Sesuai dengan fungsinya, bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh seorang dalam pergaulannya atau hubungannya dengan orang lain. Bahasa merupakan alat bergaul, oleh karena itu penggunaan bahasa menjadi efektif sejak seorang individu memerlukan berkomunikasi dengan orang lain. Sejak seorang bayi mulai berkomunikasi dengan orang lain, sejak itu pula bahasa diperlukan. Sejalan dengan perkembangan hubungan social, maka perkembangan bahasa seorang (bayi-anak) dimulai dengan meraba (suara atau bunyi tanpa arti) dan diikuti dengan bahasa satu suku kata, dua suku kata, menyusun kalimat sederhana dan seterusnya melakukan sosialisasi dengan menggunakan bahasa yang kompleks sesuai dengan tingkat perilaku sosial.
    Perkembangan bahasa terkait dengan perkembangan kognitif, yang berarti faktor intelek/kognisi sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan berbahasa. Bayi yang tingkat intelektual belum berkembang dan masih sangat sederhana, bahasa yang digunakannya sangat sederhana. Semakin bayi itu tumbuh dan berkembang serta mulai mampu memahami lingkungan, maka bahasa mulai berkembang dari tingkat yang sangat sederhana menuju ke bahasa yang kompleks.
2.Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa
 a. Umur anak
    Manusia bertambah umur akan semakin matang pertumbuhan fisiknya, bertambahnya pengalaman dan meningkat kebutuhannya. Bahasa seseorang akan berkembang sejalan dengan pertambahan pengalaman dan kebutuhannya. Faktor fisik akan ikut mempengaruhi sehubungan semakin sempurnanya pertumbuhan organ bicara, kerja otot-otot untuk melakukan gerakan-gerakan isyarat. Pada masa remaja perkembangan biologis yang menunjang kemampuan berbahasa telah mencapai tingkat kesempurnaan dengan dibarengi oleh perkembangan tingkat intelektual anak akan mampu menunjukkan cara berkomunikasi dengan baik.


b. Kondisi lingkungan

    Lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang member andil yang cukup besar dalam berbahasa. Perkembangan bahasa dilingkungan perkotaan akan berbeda dengan dilingkungan pedesaan. Begitu pula perkembangan bahasa didaerah pantai, pegunungan dan daerah-daerah terpencil menunjukkan perbedaaan. Sebagaimana diuraikan diatas bahwa bahasa pada dasarnya dipelajari dari lingkungan. Lingkungan yang dimaksud termasuk lingkungan pergaulan yang terbentuk kelompok-kelompok, seperti kelompok bermain, kelompok kerja dan kelompok social yang lain.

c. Kecerdasan anak

    Untuk meniru lingkungan tentang bunyi atau suara, gerakan dan mengenal tanda-tanda, memerlukan kemampuan motorik yang baik, kemampuan intelektual dan kemampuan berfikir. Ketepatan meniru, memproduksi perbendaharaan kata-kata yang diingat, kemampuan menyusun kalimat dengan baik dan memahami atau menangkap maksud suatu pernyataan pihak lain amat dipengaruhi oleh kerja piker atau kecerdasan seseorang anak.

d. Status sosial ekonomi keluarga
   
    Keluarga yang berstatus ekonomi yang baik, akan mampu menyediakan situasi yang baik bagi perkembangan bahasa anak-anak, anggota keluarganya, Rangsangan untuk dapat ditiru oleh anak-anak dari anggota kelluarga yang berstatus sosial tinggi berbeda dengan keluarga yang berstatus sosial yang rendah. Hal ini akan tampak perbedaan perkembangan bahasa bagi anak yang hidup di dalam keluarga terdidik atau tidak terdidik. Dengan kata lain pendidikan keluarga berpengaruh pula terhadap perkembangan bahasa.

e. Kondisi fisik
   
    Kondisi fisik dimaksudkan kondisi kesehatan anak. Seseorang yang cacat terganggu kemampuannya untuk berkomunikasi seperti bisu, tuli, gagap, organ suara tidak sempurna akan mengganggu perkembangannya dalam bahasa.


BAB III
PENUTUP


1)   Kesimpulan

    Intelek adalah kecakapan mental, yang menggambarkan kemampuan berfikir. Tes Intelegensi yang terkenal adalah tes Binet-Simon. Hail tes Intelegensi dinyatakan dalam bentuk nilai IQ, dan hal ini banyak gunanya karena tingkat intelegensi berpengaruh terhadap banyak aspek. Ciri-ciri pokok dalam perkembangan intelek remaja dapat  disebutkan sebagai berfikir deduktif-hpotesis dan berfikir kombinatoris.

    Perkembangan social adalah perkembangannya tingkat hubungan antarmanusia sehubungan dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia. Hubungan social remaja terutama yang berkaitan dengan proses penyesuaian dari berpengaruh terhadap tingkah laku.

    Bahasa memegang peran penting dalam kehidupan bermasyarakat. Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain adalah usia anak, kondisi keluarga dan kondisi fisik anak terutama dari segi kesehatannya.Kemampuan berbahasa dan kemampuan berpikir saling berpengaruh satu sama lain. bahwa kemampuan berpikir berpengaruh terhadap kemampuan berbahasa dan sebaliknya kemampuan berbahasa berpengaruh terhadap kemampuan berpikir.



2)  Saran
Semoga dengan tersusunnya makalah ini dapat memberikan gambaran dan menambah wawasan kita lebih jauhnya. penyusun berharap dengan memahami kebudayaan  kita semua dapat menyikapi segala kemajuan dan perkembangannya sehingga dapat berdampak positif bagi kehidupan kita semua .





DAFTAR PUSTAKA
Bawani, Imam, 1957, Pengantar Ilmu Jiwa Perkembangan, Surabaya: Bina Ilmu.
Gunarso Singgih D, dan Ny Singgih D.G,, 1986, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Gunarso Singgih D, 1990, Dasar dan Teori Perkembangan Anak, Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Karton, Kartini, 1990, Psikologi Anak (Psikologi Perkembangan), Bandung, Mandar Maju.
Sarwono, Sarlito Wirawan, 1989, Psikologi Remaja, Jakarta: Rajawali Press.
Sunarto, H dan Agung Hartono, 2006, Perkembangan Peserta Didik, Jakrta: Rineka Cipta.
Suryabrata, Sumardi, 1957, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Penerbitan Rajawali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar